Sula,tanyamalut.id – Pedagang sembako hingga Barito di Pasar Makdahi, Desa Fogi, Kecamatan Sanana, Kepulauan Sula keluhkan keberadaan pedagang yang membuka lapak diluar bangunan pasar.
Keberadaan lapak pedagang di luar gedung membuat dilema bagi pedagang yang berada di dalam gedung sebab sangat menggangu pedagang yang berada didalam gedung.

Ironisnya, Instansi terkait malah diam kalaupun bergerak saat ada protes masal dari pedagang. Namun selepas itu instansi pemerintah dalam hal ini Disperindagkop dan UKM Sula terkesan diam dan bungkam.
Salah seorang pedagang saat di temui Wartawan menyampaikan penolakan hingga protes telah disampaikan ke Disprindakop dan UKM namun hal itu sama saja.
“Sudah, kita sudah sampaikan ke Dinas tapi sama saja,” ungkap seorang pedagang berinisial BCU saat diwawancarai wartawan. Jumat (4/9/2026).
Padahal, sambung BCU mereka tidak pernah terlambat maupun lalai memenuhi tanggung jawab mereka membayar retribusi kepada instansi terkait, namun itu tidak dibarengi dengan pelayanan yang mereka dapat.
“Memang Rezki sudah di atur namun terus terang kami Kecewa karena pemerintah daerah dan dinas terkait belum tampak upaya untuk menertibkan, pedagang di luar gedung pasar,” tandasnya.
Iapun menilai, Kadis Disprindakop dan UKM perlu di Evaluasi, sebab tidak mampu maenjalankan tugasnya dengan benar.
“Kalau boleh diganti saja, Karena dia tidak mampu menjalankan tugasnya sebagai Kadis,” tegasnya.
Sementara, hingga berita ini ditayangkan media ini masi meminta tanggapan kadis Dinas Perindagkop dan UKM Djena Tidore (red).























